BERBAGI ILMU YANG BERMANFAAT

Friday, September 28, 2018

Laporan Percobaan Lazarro Spallanzani - Tugas Kuliah Biologi Dasar !!

Laporan Percobaan Biologi - Lazarro Spallanzani

BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang
Seringkali kita bertanya-tanya dalam benak kita tentang hal-hal yang masih menjadi misteri sampai saat ini. Pertanyaan ”apakah hidup?” dan “dari manakah asal kehidupan?’ merupakan masalah dari abad ke abad. Para pakar telah mengkaji dan mencoba menjawabnya dengan berbagai teori dan percobaan.

Perdebatan (kontroversi) mengenai usul-usul kehidupan bersumber dari mitologi bangsa Yunani. Seorang ahli filsafat Yunani kuno yang sangat terkenal yang  bernama Aristoteles (384-322 SM) mengeluarkan teori bahwa makhluk hidup berasal dari tanah. Samson dan Virgil (40 sebelum Yunani) mendukung pendapat tersebut dengan memaparkan temuannya, bahwa lebah tercipta dari madu. Timbulnya doktrin generatio spontanea atau abiogenesis yang menyatakan bahwa mahkluk hidup berasal dari mahkluk tidak hidup.

Adapun yang menambah kebingungan para ilmuan adalah dengan munculnya teori-teori yang mendukung keberadaan teori abiogenesis dari Aristoteles tersebut. Hal ini menambah keinginan para ilmuan untuk mengkaji hal tersebut. Teori tersebut bertahan hingga berabad-abad lamanya.

Setelah Aristoteles mangemukakan teorinya, para pakar yang lain pun melakukan percobaan untuk mengungkap asal usul kehidupan yang sebenarnya adalah Lazarro Spalanzani. Lazarro membuktikannya dengan percobaan tentang air kaldu yang diperlakukan dengan perlakuan yang berbeda. Karena rasa ingin tahunya yang besar tersebut akhirnya dia menemukan jawaban yang dapat menyanggah teori Abiogenesis  dari Aristoteles. Berdasarkan hal diatas maka patahlah teori abiogenesis yang telah bertahan selama ratusan tahun lamanya.

Pemikiran-pemikiran semacam inilah yang harus ditiru oleh para mahasiswa zaman sekarang. Berusaha mengkaji atau meneliti sendiri sesuatu yang menurutnya tidak benar atau meragu-ragukan. Tidak hanya menunggu hasil dari orang lain

Tujuan praktikum
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuan atau peneliti dalam memecahkan masalah biologi, khususnya dalam menjawab pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”.

Manfaat praktikum
Mahasiswa dapat merasakan, bagaimana rasanya menjadi seorang peneliti, dan dapat pula secara langsung melihat hasil yang sebenarnya dari percobaan Lazarro Spalanzani. Dengan itu, mahasiswa menjadi lebih yakin akan teori biogenesis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”, telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan. Diantaranya adalah percobaan Spallanzani yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis/Generatio Spontanea dari Aristoteles (Tim pengajar, 2014).

Sejak zaman Aristoteles (300 SM) orang percaya bahwa jasad hidup dapat terjadi secara spontan dari benda tidak hidup. Pendapat ini dikenal dengan istilah generatio spontanea atau lebih dikenal dengan teori abiogenesis. Pendapat ini pula dianut oleh John Needham, seorang pendeta Irlandia yang mengadakan eksperimen antara tahun 1745-1750 dengan berbagai rebusan padi-padian dan daging, mendapatkan bahwa walaupun air rebusan tersebut disimpan rapat-rapat dalam botol tertutup namun tetap timbul mikroba. Pendapat itu tentu saja menggambarkan tingkat kemajuan biologi pada saat itu. Walaupun demikian, banyak ilmuan yang muncul kemudian mearasa bahwa paham generatio spontanea tidak dapat dipertahankan sehingga mereka mulai mencoba untuk membuktikan ketidakbenaran tersebut (Ristiati, 2000).

Paku terakhir dalam peti mati doktrin generasi spontanea atau abiogenesis datang dari sejumlah ilmuan. Lonceng kematian itu telah dibunyikan oleh para penentang doktrin tersebut. Temuan-temuan ilmiah yang diyakini kebenarannya telah meruntuhkan dan menguburkan pendapat tersebut (Ali,2005).

Teori biogenesis merupakan lawan dari teori abiogenesis. Teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula. Tokoh dalam teori biogenesis yang terkenal adalah Fransesco Redi, Lazaro Spallanzani dan Louis Pasteur yang semuanya menyangkal teori abiogenesis (Winatasasmita dkk, 1999).

Francesco Redi (1626-1697) seorang ahli kedokteran Italia mencoba membuktikan ketidakbenaran pendapat “generatio spontanea” dengan membuat percobaan-percobaan yang hasilnya menyatakan bahwa hewan kecil (lalat) yang muncul pada berbagai substrat berasal dari telur yang diletakkan induknya. Seorang ahli Italia lainnya yaitu Lazzaro Spallanzani (1779-1799) melakukan serangkaian percobaan dengan memasukkan substrat berupa senyawa-senyawa organik ke dalam botol labu, bagian atas botol ditutup rapat kemudian dipanaskan (supaya steril). Setelah disimpan beberapa lama, ternyata tidak ditemukan kehidupan dalam botol tersebut, hal ini berbeda dengan botol yang tidak dipanaskan (sebagai control) yang menjadi busuk dan ditumbuhi berbagai kehidupan jasad renik (Kusnadi, 2003).


Lazarro Spallanzani (lahir 10 Januari 1729- meninggal 12 Februari 1799 pada umur 70 tahun) adalah seorang imam, ahli fisiologi, dan ilmuan asal Italia. Dia lahir dari pasangan Gianniccolo, seorang pengacara, dan Lucia Zigliani. Pada tahun 1753, Spalanzani mendapatkan gelar doktor di bidang filosofi dan lima tahun kemudian ditahbiskan menjadi imam. Saat menjadi imam, penelitiannya tentang fenomena alam tetap berjalan dan didanai oleh gereja. Salah satu penelitiannya yang yang penting di dalam ilmu Biologi adalah teori generasi spontan (Kusnadi, 2003).

Lazarro Spallanzani, seorang ilmuwan italia yang membantah teori Abiogenesis. Spallanzani membuktikan bahwa mikroba yang tumbuh pada bahan makanan bersumber dari udara yang mengandung mikroba. Pemanasan bahan makanan dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan mikrobia tersebut. Namun sebelumnya telah dilakukan percobaan dengan cara menutup wadah sehingga mencegah udara masuk. Spallanzani tidak yakin dengan hasil tersebut karena bahan makanan telah terkontaminasi oleh mikroba sejak dari awal. Untuk menjamin agar bahan benar-benar bebas dari mikroba, maka wadah harus ditutup rapat lalu dipanaskan (Ali, 2005).

Selanjutnya seorang ahli kimia berkebangsaan Perancis dengan ulet melakukan serangkaian percobaan untuk untuk membuktikan ketidakbenaran teori abiogenesis yaitu Louis Pasteur (1822-1895). Pasteur melakukan percobaan dengan merancang alat berupa labu yang dilengkapi dengan tabung panjang yang berbentuk leher angsa. Ia mempersiapkan larutan nutrisi berupa cairan kaldu kemudian dimasukkan ke dalam labu, yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu. Setelah itu dibiarkan beberapa lama dan udara tanpa perlakuan apapun dan tanpa disaring dibiarkannya keluar masuk labu tersebut. Setelah diinkubasi beberapa lama ternyata tak ditemukan kemudian mikroorganisme dalam labu tersebut. Alasannya bahwa partikel-partikel debu yang mengandung mikroorganisme tidak mencapai larutan nutrisi, mereka mengendap dalam bagian tabung leher angsa yang berbentuk huruf U dan aliran udara berkurang, sehingga partikel-partikel tadi tidak terbawa ke dalam labu. Apabila labu yang berisi nutrisi kemudian penyimpanannya diletakkan secara miring, sehingga memungkinkan partikel debu memasuki labu lewat aliran udara, maka setelah beberapa lama disimpan ditemukan kehidupan mikroorganisme pada labu tersebut sehingga air kaldu tersebut menjadi keruh (Kusnadi, 2003).

Rangkaian percobaan yang telah dilakukan belum juga dapat meruntuhkan keyakinan akan konsep generatio spontanea. Baru setelah percobaan Louis Pasteur pada 1865, akhirnya dapat meyakinkan orang bahwa tidak ada kehidupan yang dapat timbul dari benda mati. Maka disimpulkan pendapat itu dengan ucapan Omne vivum ex ovo, Omne ovom ex vivo, Omne vivum ex vivo. Pendapat Pasteur didukung oleh John Tyndall yang menemukan suatu metode yang disebut :Tyndalisasi untuk menstrilkan media yang mengandung bakteri tahan panas yang tidak dapat dimatikan dengan perebusan. Ternyata bakteri yang panas itu adalah bakteri pembentuk spora (Ristiati, 2000).

Sebagian ahli berpendapat bahwa kehidupan yang mula-mula timbul dibumi adalah akibat dari reaksi kimia antara molekul-molekul yang berlimpah terdapat didalam lautan yang ada pada suatu waktu suhunya cukup tinggi. Teori evolusi kimia ini didukung oleh beberapa ilmuan, diantaranya A.I Oparin (Rusia), J.B.S Haldane (Inggris), Harold Urey (Amerika), dan Stanley Miiller (Amerika) (Sappe, 2005).

Referensi: 

Ali, Alimuddin. 2005. Mikrobiologi Dasar. Badan Penerbit UNM. Makassar.

Kusnadi.dkk. 2003. Mikrobiologi. Bandung: Jica.

Ristiati, Ni Putu. 2000. Pengantar Mikrobiologi Umum. Jakarta: Dapartemen Pendidikan Nasional.

Sappe, Lukman w. dkk. 2005. Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar.

Tim Pengajar. 2014. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Laboratorium Biologi FMIPA UNM. Makassar.

Winatasasmita, Djamhur, dkk. 1999. Biologi Umum. Jakarta: Universitas Terbuka



Untuk melihat hasil lengkap laporan Percobaan Lazarro Spallanzani silahkan hubungi:  (herayantiyusuf@gmail.com)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Laporan Percobaan Lazarro Spallanzani - Tugas Kuliah Biologi Dasar !!

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berikan Komentar terbaik mu, boleh cantumkan link blog anda asalkan sesuai dengan topik materi